Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menggelar kegiatan One Day Week Kader (ODWK) yang berlangsung di Curug Lawa, Sumbang, pada Ahad 21 Juni 2026. Kegiatan kolaborasi antara Bidang Kaderisasi dan Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga (SBO) ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh seluruh kader serta pimpinan komisariat.
Mengusung tema "Transformasi Kader yang Menggembirakan: Dari Kesadaran Menuju Gerakan Progresif", kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan prosesi perkaderan yang menggembirakan sekaligus meneguhkan nilai-nilai gerakan. Tema tersebut dimaknai sebagai proses perubahan menyeluruh pada diri kader, baik cara berpikir, sikap, maupun tindakan, yang dilakukan dengan suasana menyenangkan, penuh tawa, kekeluargaan, dan kebersamaan. Titik berangkatnya adalah kesadaran yang sudah terbangun dari proses sebelumnya, seperti Darul Arqam Dasar (DAD), menuju gerakan nyata yang progresif, solutif, dan membawa perubahan bagi kampus, masyarakat, dan umat.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dibuka dengan senam pagi yang dipandu oleh Bidang SBO. Suasana cair dan penuh semangat terlihat sejak awal, menandai tujuan kegiatan untuk menumbuhkan energi positif sebelum memasuki rangkaian inti. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan permainan kelompok yang didesain untuk mengulas kembali materi-materi yang telah diperoleh saat DAD. Metode ini menjadi ruang rekreasi sekaligus penguatan ingatan kolektif kader terhadap fondasi keorganisasian.
Puncak acara berlangsung di area curug dengan sesi sharing yang hangat antara kader dan pimpinan. Dalam suasana kebersamaan yang cair, Ketua Umum PK IMM Buya Hamka, Haidar Abdussalam, menyampaikan amanat khusus. Beliau menekankan bahwa periode kepemimpinan mendatang akan dipegang oleh kader dan pimpinan angkatan 2024. Karena itu, semangat dan kesiapan mereka sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan gerakan yang berkemajuan.
"Kalian adalah penerus estafet perjuangan. Periode depan ada di tangan kalian, maka persiapkan diri dengan baik. Tunjukkan bahwa kader angkatan 2024 siap membawa IMM Buya Hamka ke arah yang lebih maju," pesan Haidar di hadapan seluruh peserta.
Sementara itu, Penanggung Jawab Acara, Ilyas Fachriansyah, dalam sambutannya menegaskan esensi identitas kader IMM. Merujuk pada gagasan dalam tulisannya di Kalimahsawa.id, Ilyas mengingatkan bahwa menjadi kader IMM bukan sekadar pintar secara akademis, tetapi harus menjadi cendekiawan berpribadi.
"Mari kita ingat kembali mars IMM yang menyebutkan 'Kitalah cendekiawan berpribadi'. Ini bukan sekadar slogan, ini adalah identitas khas yang membedakan IMM dari gerakan mahasiswa lainnya. Seorang kader IMM tidak boleh hanya pintar, tapi akhlaknya kurang. Juga tidak boleh hanya rajin ibadah, tapi otaknya tumpul," ujar Ilyas.
Ia juga menekankan tiga nalar kunci yang harus dimiliki setiap kader. "Ada tiga nalar yang harus hidup dalam diri setiap kader: pertama nalar teologis, bangunan spiritualitas yang kokoh. Kedua nalar filosofis-keilmuan, visi keilmuan yang tajam dan semangat belajar yang tinggi. Ketiga nalar etis, menjunjung tinggi prinsip moral dan etik dalam setiap tindakan. Tiga nalar ini bukan sekadar teori, tapi harus menjadi praktik sehari-hari," tegasnya.
"Kita sebagai kader IMM harus tetap semangat karena kita dituntut menjadi cendekiawan yang ilmunya membumi, bukan mengawang-awang. Jadilah kader yang tidak hanya pintar, tapi pintar yang punya pribadi, punya moral, punya Tuhan, dan punya kontribusi nyata," pungkas Ilyas mengutip pesan penting dalam tulisannya.
Kegiatan ODWK ini juga menjadi momen penyegaran bagi seluruh kader dan pimpinan yang tengah menghadapi masa ujian dan kesibukan organisasi. Acara ini juga menjadi penanda bahwa perkaderan pendukung tidak harus selalu serius dan tegang, tetapi bisa menjadi momen penguatan karakter dan gerakan yang berkesan.
Secara keseluruhan, ODWK berhasil menjadi ruang transformasi kader yang menggembirakan. Perpaduan antara senam, permainan, dan diskusi santai di alam terbuka berhasil menciptakan kaderisasi yang efektif tanpa menghilangkan unsur kegembiraan dan kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PK IMM Buya Hamka UMP konsisten menumbuhkan prosesi perkaderan yang menggembirakan demi melahirkan kader-kader progresif yang siap menggerakkan perubahan.